Avast VPN dan ExpressVPN mewakili dua tingkatan layanan VPN yang sangat berbeda berdasarkan skor pengujian dan fitur yang telah diverifikasi. Dengan skor keseluruhan 22%, Avast VPN tertinggal jauh di belakang ExpressVPN yang meraih 68%, dan memeriksa rincian setiap kategori membantu menjelaskan mengapa kesenjangan tersebut terjadi.
Dari sisi privasi dan keamanan, kedua penyedia menawarkan dukungan protokol WireGuard, kill switch, split tunneling, dan kemampuan P2P/torrenting. ExpressVPN menambahkan Program Bug Bounty ke dalam daftarnya, yang menandakan komitmen lebih besar dalam mengidentifikasi dan menangani kerentanan melalui peneliti eksternal. Avast VPN berkantor pusat di Republik Ceko, negara anggota UE yang tunduk pada kerangka retensi data Eropa, sementara ExpressVPN beroperasi dari British Virgin Islands, yurisdiksi yang secara luas dianggap menguntungkan bagi privasi karena tidak adanya undang-undang retensi data wajib. Skor audit privasi rendah untuk kedua penyedia, dengan Avast VPN meraih 8% dan ExpressVPN meraih 23%, yang mengindikasikan masih ada ruang untuk peningkatan dalam verifikasi independen bagi masing-masing.
Performa merupakan salah satu kontras paling mencolok antara keduanya. ExpressVPN mencapai skor sempurna 100% dalam kategori kecepatan, sementara Avast VPN hanya meraih 20%. Bagi pengguna yang mengutamakan kualitas koneksi untuk aktivitas seperti streaming atau transfer file berukuran besar, perbedaan ini cukup signifikan. ExpressVPN juga meraih 100% dalam kategori streaming, yang mengindikasikan kemampuan konsisten dalam mengakses konten yang dibatasi secara geografis, sedangkan Avast VPN meraih 0% di area yang sama.
Pengalaman aplikasi dan antarmuka juga secara berarti lebih menguntungkan ExpressVPN. Skor aplikasinya sebesar 73% dan skor GUI sebesar 90% mencerminkan produk yang halus dan ramah pengguna, dibandingkan dengan Avast VPN yang meraih 33% dan 20% di kategori masing-masing. Dukungan pelanggan adalah area lain di mana perbedaannya sangat jelas, dengan ExpressVPN meraih 100% dibandingkan 0% milik Avast VPN, yang berarti pengguna layanan terakhir mungkin menemukan bantuan yang terbatas saat mengatasi masalah.
Satu area di mana Avast VPN menonjol adalah etika, di mana ia meraih skor penuh 100% dibandingkan 67% milik ExpressVPN. Hal ini menunjukkan bahwa Avast VPN berkinerja lebih baik terhadap tolok ukur etika dalam evaluasi tertentu tersebut, yang mungkin penting bagi pengguna yang peduli terhadap nilai-nilai. Skor harga relatif berdekatan, dengan ExpressVPN di 55% dan Avast VPN di 45%, yang mengindikasikan bahwa tidak ada satu pun penyedia yang menjadi pemimpin nilai luar biasa dibandingkan yang lain berdasarkan kriteria yang diuji.
Secara keseluruhan, ExpressVPN menunjukkan performa yang lebih kuat di sebagian besar kategori yang diukur, sementara Avast VPN memiliki keunggulan yang menonjol khususnya dalam dimensi etika.