Avast VPN dan ProtonVPN mewakili dua tingkatan layanan VPN yang sangat berbeda, sebagaimana tercermin dalam skor keseluruhan mereka yang masing-masing sebesar 22% dan 89%. Meskipun kedua penyedia ini memiliki sejumlah fitur teknis inti yang sama, kesenjangan di antara keduanya dalam hampir setiap kategori yang diukur sangatlah besar dan layak untuk dikaji lebih mendalam.
Kedua layanan ini mendukung protokol WireGuard, fitur kill switch, split tunneling, serta penggunaan P2P atau torrenting. ProtonVPN menambahkan program bug bounty ke dalam rangkaian fiturnya, yang menandakan pendekatan yang lebih proaktif dalam mengidentifikasi dan menangani kerentanan keamanan melalui keterlibatan peneliti eksternal. Dalam hal audit privasi, perbedaannya sangat mencolok: ProtonVPN meraih skor sempurna 100% dalam kategori tersebut, sementara Avast VPN hanya memperoleh 8%, yang mengindikasikan kesenjangan yang signifikan dalam transparansi dan kepercayaan yang telah diverifikasi secara independen.
ProtonVPN beroperasi di bawah yurisdiksi Swiss, sebuah negara yang dikenal luas karena undang-undang privasinya yang kuat dan kebebasannya dari aliansi berbagi intelijen utama. Avast VPN berbasis di Republik Ceko, yang berada dalam kerangka hukum Uni Eropa. Yurisdiksi saja tidak menentukan tingkat kepercayaan sebuah VPN, namun hal ini mempengaruhi kewajiban hukum yang harus dipatuhi oleh penyedia layanan terkait data pengguna.
Dari segi performa, ProtonVPN memperoleh skor 80% untuk kecepatan dibandingkan dengan 20% milik Avast VPN. Untuk streaming, ProtonVPN mencapai 86% sementara Avast VPN mencatat 0%, yang menunjukkan bahwa pengguna yang mengandalkan VPN untuk mengakses konten streaming akan menemukan sedikit manfaat dari layanan Avast berdasarkan pengujian saat ini. Dukungan pelanggan menunjukkan gambaran serupa, dengan ProtonVPN meraih skor penuh 100% dan Avast VPN memperoleh 0%, yang menimbulkan kekhawatiran praktis bagi pengguna yang mungkin membutuhkan bantuan dalam menyelesaikan masalah teknis.
Satu area di mana kedua penyedia ini berada pada posisi yang setara adalah etika, dengan masing-masing meraih skor sempurna 100% dalam kategori tersebut. Kualitas aplikasi juga menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan, dengan ProtonVPN memperoleh skor 80% dibandingkan dengan 33% milik Avast VPN. Kategori antarmuka pengguna grafis semakin memperkuat pola ini, karena ProtonVPN memperoleh skor 100% berbanding 20% milik Avast VPN.
Skor harga sebesar 73% untuk ProtonVPN dan 45% untuk Avast VPN mengindikasikan bahwa ProtonVPN menawarkan nilai yang lebih baik relatif terhadap biayanya, bahkan tanpa tersedianya angka bulanan atau tahunan yang spesifik untuk perbandingan langsung. Secara keseluruhan, data secara konsisten menunjuk ProtonVPN sebagai layanan yang lebih mumpuni dan komprehensif dalam hal privasi, performa, kemudahan penggunaan, dan dukungan.