NordVPN dan oVPN mewakili dua pendekatan yang sangat berbeda terhadap pasar VPN, dan skor mereka mencerminkan hal itu dengan jelas. NordVPN meraih skor keseluruhan 88%, sementara oVPN berada jauh lebih rendah di angka 55%, yang menunjukkan bahwa bagi sebagian besar pengguna umum, kesenjangan antara kedua penyedia ini cukup berarti secara praktis.
Dari sisi performa, NordVPN mencapai skor sempurna 100% dalam kategori kecepatan, yang termasuk di antara hasil terkuat yang dapat diterima oleh sebuah penyedia dalam kategori tersebut. oVPN hanya meraih skor 40% untuk kecepatan, yang dapat menimbulkan keterbatasan nyata bagi pengguna yang mengandalkan throughput yang konsisten untuk panggilan video, transfer file berukuran besar, atau aktivitas yang membutuhkan bandwidth tinggi. Kategori streaming mengikuti pola yang serupa, dengan NordVPN meraih skor 100% dibandingkan 29% milik oVPN, yang mengindikasikan bahwa pengguna oVPN mungkin sering mengalami kesulitan mengakses konten yang dibatasi secara geografis di platform-platform populer.
Kedua penyedia menawarkan fungsionalitas WireGuard dan Kill Switch, beserta dukungan untuk aktivitas P2P dan torrenting. NordVPN menambahkan Split Tunneling dan Bug Bounty Program ke dalam rangkaian fiturnya, yang terakhir merupakan indikator penting bahwa penyedia tersebut secara aktif mengundang peneliti keamanan eksternal untuk mengidentifikasi kerentanan. Skor audit privasi NordVPN sebesar 85% terbilang solid, sementara oVPN justru sedikit lebih unggul dalam kategori spesifik ini dengan skor 77%, meskipun selisihnya tidak terlalu besar. oVPN berkantor pusat di Swedia, yang berada di bawah yurisdiksi Uni Eropa sekaligus aliansi berbagi intelijen 14 Eyes, sebuah pertimbangan yang kerap diperhatikan secara seksama oleh pengguna yang mengutamakan privasi. NordVPN beroperasi dari Panama, sebuah yurisdiksi yang secara umum dianggap lebih menguntungkan bagi privasi mengingat tidak adanya undang-undang retensi data wajib di sana.
Di mana oVPN benar-benar menonjol adalah pada skor etika, dengan meraih nilai sempurna 100% dibandingkan 67% milik NordVPN. Hal ini menunjukkan bahwa oVPN mungkin menunjukkan komitmen yang lebih kuat terkait transparansi, prinsip penanganan data, atau perilaku perusahaan, tergantung pada kriteria yang dievaluasi. Pengguna yang mengutamakan sikap etis sebuah perusahaan di atas faktor lainnya mungkin menganggap perbedaan ini layak untuk diperhatikan.
NordVPN meraih skor 100% dalam dukungan pelanggan maupun kualitas antarmuka grafis, sementara oVPN masing-masing meraih skor 50% dan 40% di area tersebut, yang mengindikasikan pengalaman pengguna yang lebih halus dan mudah diakses dari NordVPN. Bagi pengguna baru VPN atau mereka yang menghargai bantuan yang responsif, perbedaan ini dapat memengaruhi kepuasan sehari-hari secara signifikan. Data harga tidak tersedia untuk kedua penyedia pada saat perbandingan ini dibuat, sehingga menyulitkan penilaian biaya per nilai secara langsung, meskipun skor harga NordVPN sebesar 64% dibandingkan 36% milik oVPN menunjukkan bahwa NordVPN memberikan nilai yang lebih kompetitif relatif terhadap harga yang dikenakan.
Secara keseluruhan, NordVPN adalah pemain yang lebih unggul di sebagian besar kategori yang dapat diukur, sementara oVPN membedakan dirinya terutama melalui skor etika.