oVPN dan ProtonVPN mewakili dua tingkatan layanan VPN yang sangat berbeda, dengan skor keseluruhan masing-masing 55% dan 89%. Meskipun kedua penyedia ini memiliki beberapa fitur dasar yang sama, kesenjangan di antara keduanya terlihat jelas di hampir setiap kategori yang diukur.

Dari sisi privasi dan keamanan, kedua layanan ini beroperasi di bawah yurisdiksi hukum yang kuat. oVPN berbasis di Swedia, negara dengan perlindungan privasi yang secara umum cukup solid, sementara ProtonVPN berkantor pusat di Swiss, yang secara luas dianggap sebagai salah satu lingkungan hukum paling ramah privasi di dunia. Kedua penyedia meraih skor etika sempurna 100%, yang mencerminkan transparansi dan komitmen mereka terhadap privasi pengguna. Namun, ProtonVPN unggul dengan skor audit privasi 100% dibandingkan skor oVPN yang 77%, menunjukkan audit independen yang lebih komprehensif atau lebih baru terverifikasi. ProtonVPN juga menyertakan Program Bug Bounty, lapisan akuntabilitas keamanan tambahan yang tidak ditawarkan oleh oVPN. Kedua layanan mendukung WireGuard dan menyertakan kill switch, menyediakan alat keamanan dasar yang sebanding, meskipun ProtonVPN menambahkan split tunneling bagi pengguna yang menginginkan kontrol lebih terperinci atas lalu lintas mereka.

Dalam hal performa, perbedaannya cukup signifikan. ProtonVPN mencetak skor 80% dalam pengujian kecepatan, sementara oVPN tertinggal di angka 40%. Hal ini mengindikasikan perbedaan nyata dalam kehidupan sehari-hari terkait keandalan koneksi dan throughput, yang penting bagi pengguna yang mengutamakan performa cepat dan konsisten untuk aktivitas seperti streaming atau transfer file berukuran besar. Skor streaming ProtonVPN sebesar 86% semakin memperkuat keunggulan ini, dibandingkan skor oVPN yang hanya 29%, artinya ProtonVPN jauh lebih andal untuk mengakses konten yang dibatasi secara geografis.

Pengalaman aplikasi dan antarmuka juga sangat mendukung ProtonVPN. Skor GUI-nya sebesar 100% dan skor aplikasi sebesar 80% menunjukkan produk yang dipoles dengan baik dan ramah pengguna. oVPN mencetak skor 40% dan 53% di kategori yang sama, yang mungkin mengindikasikan pengalaman klien yang kurang disempurnakan atau kurang lengkap fiturnya. Dukungan pelanggan mengikuti pola serupa, dengan ProtonVPN meraih skor sempurna 100% berbanding 50% milik oVPN, menunjukkan sumber daya bantuan yang lebih mudah diakses dan lebih responsif.

Informasi harga tidak tersedia untuk kedua penyedia pada saat perbandingan ini dibuat, sehingga penilaian biaya berbanding nilai secara langsung sulit dilakukan. Berdasarkan data yang tersedia, ProtonVPN memberikan performa lebih kuat di hampir setiap area yang dapat diukur, sementara keunggulan utama oVPN tetap terletak pada skor etika sempurnanya dan hasil audit privasi yang cukup baik.