AirVPN dan ProtonVPN keduanya merupakan penyedia VPN yang berfokus pada privasi, namun skor hasil pengujian mereka menunjukkan perbedaan yang berarti di beberapa kategori utama. AirVPN memperoleh skor keseluruhan sebesar 58%, sementara ProtonVPN mencetak skor yang jauh lebih tinggi yakni 89%, menjadikan ProtonVPN sebagai pilihan yang lebih unggul berdasarkan sebagian besar standar yang dapat diukur.
Kedua penyedia ini memiliki sejumlah fitur inti yang sebanding, termasuk dukungan protokol WireGuard, kill switch, split tunneling, kompatibilitas P2P dan torrenting, serta program bug bounty. Persamaan ini menunjukkan bahwa kedua layanan tersebut memandang serius infrastruktur keamanan. Perbedaan keduanya terletak pada yurisdiksi dan reputasi. AirVPN beroperasi dari Italia, yang berada di bawah kerangka hukum Uni Eropa, sementara ProtonVPN berbasis di Swiss, sebuah negara yang dikenal luas atas undang-undang privasi independennya yang kuat dan netralitas politiknya. Skor audit privasi ProtonVPN sebesar 100% mencerminkan komitmen terhadap transparansi yang telah diverifikasi dan terdokumentasi secara menyeluruh, dibandingkan dengan skor AirVPN yang lebih moderat sebesar 62% dalam kategori yang sama.
Performa merupakan area lain di mana kedua penyedia ini menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok. AirVPN mencatatkan skor kecepatan hanya 35%, yang termasuk dalam hasil terendah yang dapat diterima sebuah VPN dalam pengujian, dan dapat berdampak pada pengguna yang mengutamakan kecepatan browsing, panggilan video, atau transfer file berukuran besar. ProtonVPN mencapai skor kecepatan 80%, mengindikasikan performa yang secara konsisten solid selama pengujian. Untuk streaming, kesenjangannya sangat mencolok: AirVPN menerima skor 0%, yang menunjukkan bahwa layanan ini tidak berhasil membuka blokir platform streaming selama evaluasi, sementara ProtonVPN meraih skor 86%, menjadikannya pilihan yang andal bagi pengguna yang ingin mengakses konten yang dibatasi secara geografis.
Skor pengalaman pengguna juga berpihak pada ProtonVPN. Antarmuka grafisnya menerima skor sempurna 100%, yang menunjukkan aplikasi yang halus dan mudah diakses, sementara antarmuka AirVPN mendapatkan skor 40%, yang mungkin menghadirkan kurva pembelajaran yang lebih curam bagi pengguna yang kurang berpengalaman secara teknis. Kedua penyedia ini memperoleh skor yang sama pada kategori aplikasi, yakni 80%, yang menunjukkan bahwa fungsionalitas perangkat lunak dasarnya memiliki kemampuan yang sebanding.
Dukungan pelanggan merupakan faktor pembeda lainnya. ProtonVPN menerima skor sempurna 100% dalam kategori ini, sementara AirVPN mendapatkan skor 50%, yang mengindikasikan pilihan dukungan yang lebih terbatas atau kurang responsif. Kedua penyedia mencapai skor sempurna 100% dalam kategori etika, yang mencerminkan secara positif integritas dan transparansi praktik bisnis mereka.
Dari sisi harga, AirVPN mendapatkan skor lebih tinggi sebesar 82% dibandingkan 73% milik ProtonVPN, yang mengisyaratkan bahwa AirVPN mungkin menawarkan nilai yang lebih kompetitif relatif terhadap apa yang disediakan, meskipun detail harga spesifik tidak tersedia untuk perbandingan langsung pada saat ulasan ini dibuat.
Kesimpulannya, ProtonVPN mengungguli AirVPN di sebagian besar kategori yang diuji, khususnya dalam hal kecepatan, streaming, audit privasi, kualitas antarmuka, dan dukungan pelanggan. AirVPN memiliki keunggulan tipis dalam nilai harga dan mungkin masih menarik bagi pengguna berpengalaman secara teknis yang mengutamakan konfigurasi privasi tertentu, namun ProtonVPN menawarkan pilihan yang lebih komprehensif untuk berbagai kalangan pengguna yang lebih luas.